Lubang Raksasa di Aceh Tengah Longsor Tiga Kali Saat Ditinjau Menteri PUPR
Jangkauan Jakarta Pusat — Lubang Raksasa Aceh Tengah Sebuah lubang raksasa yang ditemukan di daerah Aceh Tengah menarik perhatian serius setelah tiga kali longsor terjadi pada saat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia, Basuki Hadimuljono, melakukan peninjauan lokasi pada Kamis (6 Februari 2026). Kejadian tersebut semakin memperjelas potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kerusakan alam yang melanda wilayah tersebut. Longsoran tersebut terjadi tepat saat menteri beserta tim teknis PUPR meninjau proyek perbaikan infrastruktur di daerah tersebut.
Lubang raksasa yang terletak di kawasan pegunungan Aceh Tengah ini, diperkirakan memiliki diameter lebih dari 30 meter dan kedalaman sekitar 10 meter. Fenomena alam yang terjadi di sana telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup parah, serta menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat.
Lubang Raksasa dan Dampak Longsor
Awalnya, lubang raksasa ini ditemukan oleh warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Banyak yang menganggap lubang tersebut sebagai hasil dari longsor atau pergerakan tanah akibat curah hujan tinggi yang terjadi beberapa waktu terakhir. Namun, setelah dilakukan peninjauan oleh tim dari Badan Geologi dan Kementerian PUPR, diketahui bahwa fenomena ini disebabkan oleh beberapa faktor alam yang saling berkaitan, termasuk curah hujan yang ekstrem, pergerakan tanah, dan erosi yang terjadi di kawasan tersebut.
Pada saat Menteri Basuki Hadimuljono beserta rombongan tiba di lokasi, kejadian tak terduga terjadi. Setelah beberapa menit berada di area tersebut, tanah di sekitar lubang mulai bergerak dan menyebabkan longsor kecil yang ketiga kalinya. Longsoran tersebut mengarah ke sisi jalan raya utama yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dengan daerah sekitarnya.
“Proses longsor ini memang terjadi secara alami, dan kami bisa melihat betapa seriusnya kerusakan yang telah ditimbulkan. Kami akan segera merancang langkah-langkah perbaikan agar keselamatan warga dan pengguna jalan terjaga,” ujar Menteri Basuki dalam keterangannya setelah peninjauan.
Baca Juga: Datang ke Lampung Timur Menteri PUPR Baru Tahu Jembatan Mangkrak Ada Masalah Hukum
Lubang Raksasa Aceh Tengah Faktor Penyebab Longsor dan Lubang Raksasa
Para ahli geologi yang turut hadir dalam peninjauan tersebut menjelaskan bahwa longsor dan terbentuknya lubang besar ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, termasuk curah hujan yang tinggi, penggundulan hutan di sekitar area, serta kerusakan tanah akibat aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan.
“Longsor ini memang akibat dari faktor alam, tetapi faktor manusia juga tidak bisa diabaikan. Penggundulan hutan dan pemanfaatan lahan secara tidak tepat dapat memperburuk kondisi tanah, membuatnya lebih rentan terhadap pergerakan tanah,” jelas Dr. Farhan Wijaya, seorang ahli geologi dari Universitas Syiah Kuala.
Selain itu, kawasan Aceh Tengah yang merupakan wilayah pegunungan dengan struktur tanah yang labil memang rentan terhadap bencana alam seperti longsor. Pengaruh perubahan iklim dan curah hujan yang tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir turut memperparah keadaan.
Lubang Raksasa Aceh Tengah Langkah Pemerintah untuk Menanggulangi Bencana
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa pemerintah akan segera menindaklanjuti kejadian ini dengan langkah-langkah mitigasi bencana yang lebih komprehensif. Dalam beberapa minggu ke depan, tim dari Kementerian PUPR dan Badan Geologi akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan apakah lokasi tersebut masih dapat dijadikan jalur transportasi utama atau harus dilakukan penutupan sementara hingga kondisi tanah dinyatakan aman.
“Keamanan warga dan kelancaran transportasi sangat penting. Kami akan memetakan potensi bahaya dan segera melakukan perbaikan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan normalisasi tanah dan membangun sistem drainase yang lebih baik di kawasan ini,” tambah Menteri Basuki.
Selain perbaikan infrastruktur, pemerintah juga akan melibatkan tim ahli dalam melakukan penghijauan kembali di daerah-daerah yang sudah gundul. Penghijauan di sekitar kawasan longsor diyakini dapat memperkuat daya tahan tanah dan mencegah terjadinya pergerakan tanah lebih lanjut.
Dampak terhadap Masyarakat Setempat
Bagi warga sekitar, bencana longsor ini cukup mengkhawatirkan. Sejumlah rumah yang berada di jalur longsor terancam ambruk, sementara aktivitas pertanian dan peternakan juga terganggu. Warga yang tinggal di kawasan tersebut mengungkapkan kekhawatirannya tentang keselamatan mereka, terutama dengan adanya longsor yang terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Ini sangat mengkhawatirkan. Kami sering mendengar suara gemuruh dan tanah bergerak.
Pemerintah daerah Aceh Tengah pun segera mengeluarkan imbauan kepada warga agar menjauhi area yang dianggap rawan longsor. Warga yang tinggal di kawasan sekitar juga telah diminta untuk bersiap menghadapi kemungkinan bencana susulan.





