Tiket Pesawat Domestik Mahal, Banyak Warga Pilih Wisata ke Luar Negeri
Jangkauan Jakarta Pusat — Tiket Pesawat Domestik Mahal Kenaikan harga tiket pesawat domestik yang terjadi sejak pertengahan tahun 2025 tampaknya mulai berdampak signifikan pada pola perjalanan wisatawan Indonesia. Banyak warga yang sebelumnya memilih destinasi wisata dalam negeri kini beralih memilih wisata luar negeri sebagai alternatif, meskipun dengan biaya yang tidak sedikit.
Fenomena ini mulai terlihat sejak tiket pesawat domestik untuk rute-rute populer seperti Bali, Yogyakarta, Medan, dan Makassar melonjak tajam. Beberapa faktor seperti tingginya permintaan, biaya operasional maskapai yang meningkat, serta kebijakan tarif baru menjadi penyebab utama tingginya harga tiket domestik. Hal ini membuat banyak calon wisatawan yang berencana berlibur di dalam negeri memilih untuk berwisata ke luar negeri, di mana harga tiket pesawat justru lebih terjangkau dan pilihan destinasi lebih bervariasi.
Tiket Domestik Melonjak, Warga Beralih ke Luar Negeri
Sejak Desember 2025, harga tiket pesawat untuk rute domestik tertentu mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Rute populer seperti Jakarta ke Bali dan Jakarta ke Yogyakarta yang biasanya dijangkau dengan tiket sekitar Rp 500.000–Rp 700.000, kini harganya melambung hingga Rp 1.500.000 hingga Rp 2.000.000 per orang, terutama di musim liburan. Hal ini menyebabkan banyak orang berpikir dua kali untuk memilih destinasi wisata domestik.
“Sudah dua tahun ini saya merencanakan liburan ke Bali, tapi harga tiketnya sekarang sangat mahal. Saya memutuskan untuk mencari alternatif lain, dan akhirnya saya memilih untuk liburan ke Singapura. Harganya lebih terjangkau, dan saya bisa menikmati pengalaman yang lebih berbeda,” kata Diana Sari, seorang warga Jakarta yang baru saja berlibur ke Singapura.
Tren serupa juga terjadi di kalangan warga Surabaya, Bandung, dan kota besar lainnya, yang memilih untuk berwisata ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang menawarkan tiket pesawat yang relatif lebih murah. Beberapa agen perjalanan bahkan mengonfirmasi bahwa banyak pelanggan yang beralih ke paket wisata luar negeri karena faktor harga yang lebih bersaing.![]()
Baca Juga: Tebing 10 Meter Longsor Timpa Rumah Warga di Sempor Kebumen
Faktor Kenaikan Harga Tiket Domestik
Penyebab utama tingginya harga tiket pesawat domestik salah satunya adalah tingginya biaya operasional maskapai yang meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur). Selain itu, ada pula peningkatan pajak dan biaya bandara, yang turut mempengaruhi harga tiket. Meski beberapa maskapai telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi hal tersebut, harga tiket pesawat tetap sulit untuk turun, terutama saat permintaan sedang tinggi, seperti di musim liburan.
Badan Pengatur Transportasi Udara Indonesia (BPTU) juga mencatat bahwa kebijakan tarif batas atas dan bawah yang diterapkan oleh pemerintah turut membuat tiket pesawat domestik menjadi lebih mahal. Beberapa maskapai juga menerapkan kebijakan premium seating dan biaya tambahan untuk layanan tambahan seperti makanan dan bagasi, yang semakin membuat harga tiket semakin tinggi.
“Pengaruh harga bahan bakar, pajak, dan biaya bandara yang terus meningkat membuat banyak maskapai kesulitan untuk menekan harga tiket pesawat. Kami berharap pemerintah dapat mencari solusi agar harga tiket pesawat domestik bisa lebih terjangkau,” ungkap Andi Saputra, seorang analis industri penerbangan di Jakarta.
Wisata Luar Negeri: Pilihan Hemat dengan Banyak Keuntungan
Fenomena beralihnya banyak wisatawan Indonesia ke luar negeri ini tidak terlepas dari faktor bahwa beberapa negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, justru menawarkan harga tiket pesawat yang lebih murah, meskipun jarak tempuhnya tidak jauh. Misalnya, dengan harga tiket yang sama atau bahkan lebih murah daripada tiket domestik, warga Indonesia bisa menikmati liburan ke kota-kota besar di Asia Tenggara, dengan banyak pilihan destinasi wisata yang terkenal seperti Bali, Bandung, dan Jogja. Selain itu, beberapa negara juga memberikan promo tiket pesawat murah pada waktu-waktu tertentu, yang menjadikan perjalanan internasional lebih terjangkau. Banyak juga maskapai yang menawarkan penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya, atau Bali ke destinasi populer di luar negeri dengan harga yang relatif lebih murah daripada tiket domestik.
Dampak Terhadap Industri Pariwisata Domestik
Perpindahan minat wisatawan dari destinasi domestik ke luar negeri ini mulai dirasakan oleh banyak pelaku industri pariwisata di dalam negeri. Beberapa hotel dan tempat wisata di Bali dan Yogyakarta mengaku mengalami penurunan pengunjung pada akhir 2025, yang bertepatan dengan kenaikan harga tiket pesawat domestik. Para pengusaha pariwisata berharap pemerintah dan maskapai dapat mencari solusi untuk menurunkan harga tiket pesawat guna mendukung pertumbuhan pariwisata dalam negeri.
“Jika harga tiket pesawat tetap tinggi, banyak wisatawan lokal yang lebih memilih untuk liburan ke luar negeri. Kami berharap ada kebijakan dari pemerintah yang bisa membantu menurunkan harga tiket agar sektor pariwisata dalam negeri bisa kembali bangkit,” ujar Ketua Asosiasi Hotel Bali, I Gede Wiryawan.
Upaya Pemerintah dan Maskapai
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah merencanakan berbagai langkah untuk meningkatkan daya tarik pariwisata domestik. Salah satunya adalah dengan memberikan subsidi atau insentif bagi wisatawan domestik dalam bentuk diskon tiket pesawat atau paket wisata.
Di sisi lain, beberapa maskapai penerbangan nasional juga berupaya untuk memberikan program promo tiket dan penawaran khusus untuk destinasi domestik guna menarik minat wisatawan.





