, ,

Pelanggar Operasi Zebra 2025 di Jakbar Terbanyak Tutupi Pelat dengan Stiker

oleh -284 Dilihat

Pelanggar Operasi Zebra 2025 di Jakarta Barat: Stiker Penutup Pelat Jadi Pelanggaran Paling Banyak Ditemukan

Jangkauan Jakarta Pusat — Pelanggar Operasi Zebra 2025 Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat mencatat temuan menarik selama pelaksanaan Operasi Zebra 2025. Dari berbagai jenis pelanggaran yang terjaring, yang paling mendominasi justru adalah tindakan pengendara yang menutupi pelat nomor kendaraan menggunakan stiker.

Tindakan ini dilakukan mulai dari sekadar menempel stiker kecil untuk mengaburkan angka, hingga menutupi sebagian besar pelat dengan desain grafis agar nomor tidak terbaca oleh kamera tilang elektronik (ETLE).

Modus Baru, Pelanggaran Lama

Petugas kepolisian menyebut bahwa perilaku menutupi pelat dengan stiker bukan hal baru, tetapi tahun ini jumlahnya meningkat signifikan. Diduga, banyak pengendara berusaha menghindari tilang ETLE yang semakin ketat diberlakukan di wilayah DKI Jakarta.

“Modusnya macam-macam. Ada yang pakai stiker bening buram, ada yang pakai stiker warna-warni, bahkan ada yang menempel karakter kartun untuk mengaburkan angka,” ujar salah satu petugas Satlantas Jakbar saat ditemui di lokasi razia.

Menurut petugas, tindakan tersebut termasuk pelanggaran serius, karena menghalangi identifikasi kendaraan serta berpotensi dimanfaatkan dalam tindak kejahatan.Operasi Zebra 2025 Dimulai Hari Ini, Catat Pelanggaran yang Diincar

Baca Juga: Jelang Derbi Jatim Persebaya Vs Arema FC di Stadion GBT, Tiket Presale Ludes

Kesengajaan atau Ketidaktahuan?

Dalam sejumlah kasus, pengendara mengaku tidak mengetahui bahwa stiker dekoratif tertentu dapat dianggap melanggar apabila menghalangi angka atau huruf pada pelat.

Namun sebagian pelanggar lain mengakui bahwa mereka sengaja menutupi pelat untuk menghindari tilang. Polisi menegaskan bahwa alasan apa pun tidak dapat diterima.

“Aturannya jelas. Pelat harus terbaca utuh. Kalau sengaja ditutupi, sanksinya tegas,” tambah petugas di lapangan.

Angka Pelanggaran Meningkat

Walaupun data lengkap belum dirilis, pejabat Satlantas Jakbar menyebut bahwa jenis pelanggaran ini menduduki posisi teratas dibandingkan pelanggaran umum lain seperti:

tidak memakai helm,

melawan arus,

dan berkendara sambil menggunakan ponsel.

Hal ini menunjukkan adanya pola baru di masyarakat yang semakin sadar risiko tilang elektronik, tetapi memilih jalan pintas yang melanggar hukum.

Sanksi Menanti Pengendara Nakal

Kendaraan dengan pelat nomor tertutup akan dikenai sanksi sesuai aturan registrasi kendaraan, termasuk:

tilang manual,

pencabutan stiker di tempat,

dan pendataan ulang kendaraan.

Bahkan dalam kasus tertentu, pengendara dapat dikenai sanksi tambahan jika ditemukan indikasi pelanggaran lain.

Polisi: “Ini Bukan Sekadar Soal Tilang”

Kepolisian menekankan bahwa pelat nomor bukan sekadar identitas kendaraan, tetapi bagian dari sistem keamanan nasional.

“Apabila pelat ditutup atau diubah, ini dapat mempersulit penanganan ketika terjadi kecelakaan, tindak pidana, atau pengejaran kendaraan,” kata seorang perwira Satlantas.

Oleh karena itu, Operasi Zebra tidak hanya bertujuan menindak pelanggaran, tetapi juga memberikan edukasi kepada pengendara mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas.


Kesimpulan

Operasi Zebra 2025 di Jakarta Barat menunjukkan tren baru pelanggaran lalu lintas: banyak pengendara mencoba menyiasati ETLE dengan menutupi pelat nomor menggunakan stiker. Polisi menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat membahayakan sistem pengawasan dan keselamatan publik. Edukasi, kesadaran, dan kepatuhan menjadi kunci untuk menekan pelanggaran serupa ke depan.

Shoppe-Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.